Pemrograman Modular

Bingung sore ini mau menulis apa didalam blog, tapi teringat ada satu mata kuliah yang membahas tentang teknik pemrograman salah satunya adalah modularisasi. Modularisasi sendiri merupakan proses penyederhanaan program yang kompleks menjadi lebih efisien. Program disusun berdasarkan modul-modul yang berupa function atau prosedur.

Sebagai contoh, dalam pembuatan website terdapat halaman index/utama yang terdiri dari header, konten, dan footer. Apabila halaman index tersebut diselesaikan tanpa menggunakan modul, maka akan hanya ada satu file php saja, namun dengan banyak baris kode program didalamnya. Kendalanya adalah ketika terjadi kesalahan, maka akan terlihat rumit untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan tersebut.

Apabila pembuatan file index tersebut diselesaikan dengan menggunakan modul, maka akan ada tiga file php yang membangun halaman index tersebut. Satu diantaranya berfungsi sebagai file utama/main yang akan digunakan untuk menampilkan halaman index. Sedangkan dua file php lainnya akan di include-kan kedalam file main tersebut. Apabila terjadi kesalahan dalam penulisan program, maka akan jauh lebih mudah menemukan dan memperbaiki kesalahan tersebut.

Modularisasi didalam PHP terdiri dari:

  • Require, merupakan bentuk modular yang digunakan untuk menggabungkan file PHP atau file lain dengan file PHP yang memanggilnya. File yang digabungkan tidak harus script PHP.
  • Include, hampir sama dengan require namun bedanya adalah include digunakan untuk menggabungkan file PHP dengan file pemanggilnya. Include dapat digunakan didalam pengulangan untuk memanggil file-file yang berbeda.
  • Require_once, pada dasarnya sama dengan require, perbedaannya adalah jika menggunakan require_once apabila terjadi duplikasi fungsi atau duplikasi pemanggilan maka akan terhindar karena require_once akan memaksa PHP untuk menggunakan nama fungsi dan pemanggilan yang telah ada.
  • Include_once, hampir sama dengan require_once, perbedaannya adalah include_once apabila dijalankan akan selalu ada evaluasi ulang.

Pemrograman modular didalam PHP dapat dilihat pada contoh dibawah ini.

Disini saya akan membuat file utama.php yang berfungsi sebagai file index pada suatu halaman website. Pada file ini penulisan kode program tidak menggunakan modul.

Utama.php


<!--
authors: @autispshycophat
pemrograman modular dalam PHP

tanpa modul
-->

<!-- header -->
<html>
<head>
<title>Demo Modularisasi</title>
</head>
<body>
<h1>Contoh Penggunaan Modul Dalam PHP</h1>
<!-- end of header -->

<!-- konten -->
<p>
Ini adalah contoh konten dalam pemrograman PHP<br>
Saat ini anda sedang belajar PHP menggunakan modular.
</p>
<!-- end of konten -->

<!-- footer -->
<hr>
<small>copyleft @ 2016. All right reserved.</small>
</body>
</html>
<!-- end of footer -->

Apabila ditampilkan pada browser terlihat seperti gambar dibawah ini.

Contoh Pemrograman Modul PHP

Selanjutnya kita bandingkan dengan contoh script PHP yang sama namun dibagi kedalam modul-modul, dalam contoh ini saya membuat file header.php, footer.php, dan konten.php dimana file konten.php akan memanggil file header.php dan footer.php untuk menampikan halaman index/utama. Cek dis out..

Header.php


<!--
authors: @autispshycophat
pemrograman modular dalam PHP

section: header.php
-->

<html>
<head>
<title>Demo Modularisasi</title>
</head>
<body>
<h1>Contoh Penggunaan Modul Dalam PHP</h1>

Konten.php


<!--
authors: @autispshycophat
pemrograman modular dalam PHP

section: header.php
-->

<?php require "header.php"; ?>

<p>
Ini adalah contoh konten dalam pemrograman PHP<br>
Saat ini anda sedang belajar PHP menggunakan modular.
</p>

<?php require "footer.php"; ?>

Footer.php

<!--
authors: @autispshycophat
modularisasi dalam PHP

section: footer.php
--> 

 <hr>
 <small>Copyleft @ 2016. All right reserved.</small>
 </body>
</html>

Dari contoh diatas, file konten.php berfungsi sebagai main yang memanggil file header.php dan footer.php dengan fungsi require().

Apabila dijalankan pada browser maka akan ditampilkan halaman yang sama dengan file sebelumnya, yaitu utama.php.

Dapat dilihat perbedaannya bukan, dengan modul script PHP akan terlihat lebih sederhana dan ramping (tidak terlihat banyak) sehingga memudahkan dalam menemukan dan memperbaiki kesalahan.

Semoga bermanfaat, dan jangan lupa di like..

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s